Selasa, 26 Februari 2019


Cerpen

Ini contoh cerita pendek ya...maaf kalau ada salah penulisan kata, kata langsung dan tidak langsung dan lain-lain. Tahap pembelajaran:))

Sebuah Mutiara


Aku terlahir dikeluarga yang amat sederhana tetapi aku mempunyai jutaan cerita yang sangat mengesankan.Nama aku adalah Rachel Anabela Putri, orang-orang memanggilku dengan sebutan nama Putri. Aku mempunyai kedua orangtua yang sering aku panggil bapak dan mamah. Dan aku mempunyai satu kakak, bernama Raihan.

Perjalanan hidup aku dalam dunia pendidikan belum selesai, aku masih duduk di bangku kelas XII. Dimana masa-masa terakhir sekolah ,tidak ada lagi yang namanya sekolah, berangkat pagi, dan memakai baju seragam. Aku merasakan kebingungan yang sangat luar biasa saat duduk di bangku kelas XII. Karna apa? Karna binggung mau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau bekerja. Jika melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ,mau masuk ke universitas yang mana ya? Kalau bekerja, kerja apa ya?. Semua itu dirasakan oleh teman-temanku juga. Aku dan teman-teman bahkan semua orang mempunyai cita-cita setinggi langit dan ingin tercapai apa yang kita inginkan yang bisa membuat bahagia orang tua.

Melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi itu harus siap ini itu yang paling penting siap dengan biaya. Banyak teman-temanku yang mengeluh tentang biaya termasuk aku. Aku segini adanya yang mempunyai cita-cita dan harapan yang tinggi apa bisa terwujud? Bisa kata dalam hati aku yang paling dalam. Kamu bisa put kamu pasti bisa. Dari situlah kuat hatiku untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tapi belum 100% aku yakin, aku cerita ke orangtua," pak, mah Putri  ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, Putri ingin cita-cita dan harapannya terwujud." Kata aku.

" Iya boleh Put, kamu harus melanjutkan kuliah, kamu harus mempunyai cita-cita dan kamu harus lebih dari kita!" Ucap kedua orang tua ku.

Dari situ aku berkata dalam hati, bahwa aku harus semangat dan tunjukan kalau aku bisa. Orangtua ku sudah mendukungku ,dan aku hanya bisa berusaha,berdoa dan bertawakal. Manusia hanya bisa merencanakan , tuhanlah yang menentukannya.

Suatu pulang sekolah, aku cerita ke orangtua ku tentang masalah bidikmisi. Bidikmisi itu bisa membantu keringanan dalam bentuk biaya jika ingin melanjutkan kuliah.
"Pak,mah di sekolah ada pengumuman yang mau ikut bidikmisi, setelah itu,  aku ikut daftar.",  Kata aku sambil makan makanan ringan.

" Ohh iya daftar aja, semoga aja kamu yang beruntung," , kata kedua orangtua ku.
Keesokan harinya bapak ku langsung ke pengurus desa yang bisa membuat SKTM, karena syarat bidikmisi itu kalau tidak mempunyai KIP boleh SKTM.
“Kemarin, aku cerita ke orang tua tentang bidikmisi dan orang tua ku langsung mengurusi persyaratannya.” , kata aku kepada teman-temanku di depan mushola.
‘Bagus lah kalau gitu Put, kamu sudah di dukung dengan orang tuamu. Sekarang mah kita fokus, giat belajar dan jangan lupa selalu berdoa memohon kepadanya!”, kata teman-temanku

          Sekarang aku lebih cerah lebih tenang karena aku mendapatkan masukan-masukan dari orang-orang yang terdekatku dan pastinya bersama kesulitan ada kemudahan. Dan jika kita mengamalkan kemudahan itu dalam bentuk kesempatan yang kita inginkan dengan baik-baik akan menghasilkan yang memuaskan. Rencana tuhan lebih indah dari mimpi-mimpiku.

          Alhamdulillah aku mendapatkan SNMPTN dalam satu sekolah.  Kata guru-guru ku jangan kamu merasa bahagia lulus di SNM karena itu hanya perengkingan dalam satu sekolah dan janganlah usaha kamu cuman sampai disini. Dan yang keterima di SBM janganlah bersedih, lewat SBM peluang keterimanya besar. SNMPTN itu bisa mendaftar ke Universitas yang kita inginkan. Tetapi kita belum pasti keterima di Universitas itu karena nanti akan di rangking lagi se-Indonesia.

          Aku cerita ke orang tua ku tentang aku lulus dalam rangking satu sekolah dan orang tua ku hanya bisa mendoakanku. Aku pun cerita ke kakakku dan ke saudara aku. Dengan berdoa Ia membawa harapan dan kembali membawa pemberian. Semoga apa yang aku dan teman-temanku inginkan tercapai yang bisa membahagiakan orang tua.

          Mondar mandir kita ke ruang BP, konsul kesana kesini, dan perjuangan kita untuk mendapatkan informasi yang kita inginkan. Mendengarkan beberapa Universitas yang datang ke sekolah kita untuk memberikan informasi tentang apa saja sih? Tentunya banyak sekali, tentang kuliah disana bagimana, tentang biaya hidupnya murah atau mahal, tentang biaya perkuliahannya,tentang prospek kerjanya bagaimana dan masih banyak lagi. Dari alumni-alumni yang datang ke sekolah kita ada teman-temanku yang terikat dan ingin melanjutkan ke Universitas tersebut.

” Teman-teman necis 52 raih mimpi dan harapan bersama-sama yuk hehe.”kata aku kepada teman-teman.

“ayoo kita harus siap, dan jangan lupa setelah kita berikhtiyar selalu berdoa dan bertawakal kepada Allah Swt.”

          Apapun itu hasilnya jika sukses bersyukur kalau gagal tetap bersabar. Sukses bukanlah final, kegagalan tak terlalu fatal, masih bisa menargetkan sejuta cita-cita lainnya. Keberanian untuk melanjutkannya lah yang lebih penting. Semangat .....................

33 komentar:

  1. Tingkatkan lagi kebahasaannya😇💪

    BalasHapus
  2. Baguus de, semangaat terus yaa :)

    BalasHapus
  3. Semangat terus berkarya teh.. boleh juga mampir di moenawiena.blogspot.com hehe

    BalasHapus
  4. cerpen yang menarik sih.. bolehlah...

    BalasHapus
  5. Lanjutkan laaa, yang sering2 bikinnya:))

    BalasHapus
  6. Ini mah curhat yaa
    Lanjutkan kaka 👏

    BalasHapus
  7. Segini jugaa udah baguss dan menyentuh :'

    BalasHapus