Cerpen
Sebuah
Mutiara
Aku
terlahir dikeluarga yang amat sederhana tetapi aku mempunyai jutaan cerita yang
sangat mengesankan.Nama aku adalah Rachel Anabela Putri, orang-orang
memanggilku dengan sebutan nama Putri. Aku mempunyai kedua orangtua yang sering
aku panggil bapak dan mamah. Dan aku mempunyai satu kakak, bernama Raihan.
Perjalanan
hidup aku dalam dunia pendidikan belum selesai, aku masih duduk di bangku kelas
XII. Dimana masa-masa terakhir sekolah ,tidak ada lagi yang namanya sekolah,
berangkat pagi, dan memakai baju seragam. Aku merasakan kebingungan yang sangat
luar biasa saat duduk di bangku kelas XII. Karna apa? Karna binggung mau
melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau bekerja. Jika melanjutkan
pendidikan yang lebih tinggi ,mau masuk ke universitas yang mana ya? Kalau
bekerja, kerja apa ya?. Semua itu dirasakan oleh teman-temanku juga. Aku dan
teman-teman bahkan semua orang mempunyai cita-cita setinggi langit dan ingin
tercapai apa yang kita inginkan yang bisa membuat bahagia orang tua.
Melanjutkan
ke jenjang yang lebih tinggi itu harus siap ini itu yang paling penting siap
dengan biaya. Banyak teman-temanku yang mengeluh tentang biaya termasuk aku.
Aku segini adanya yang mempunyai cita-cita dan harapan yang tinggi apa bisa
terwujud? Bisa kata dalam hati aku yang paling dalam. Kamu bisa put kamu pasti
bisa. Dari situlah kuat hatiku untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tapi
belum 100% aku yakin, aku cerita ke orangtua," pak, mah Putri ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,
Putri ingin cita-cita dan harapannya terwujud." Kata aku.
"
Iya boleh Put, kamu harus melanjutkan
kuliah, kamu harus mempunyai cita-cita dan kamu harus lebih dari kita!"
Ucap kedua orang tua ku.
Dari
situ aku berkata dalam hati, bahwa aku harus semangat dan tunjukan kalau aku
bisa. Orangtua ku sudah mendukungku ,dan aku hanya bisa berusaha,berdoa dan
bertawakal. Manusia hanya bisa merencanakan , tuhanlah yang menentukannya.
Suatu
pulang sekolah, aku cerita ke orangtua ku tentang masalah bidikmisi. Bidikmisi
itu bisa membantu keringanan dalam bentuk biaya jika ingin melanjutkan kuliah.
"Pak,mah di
sekolah ada pengumuman yang mau ikut bidikmisi, setelah itu, aku ikut daftar.", Kata aku sambil makan makanan ringan.
" Ohh iya daftar aja, semoga aja kamu yang
beruntung," , kata kedua orangtua ku.
Keesokan
harinya bapak ku
langsung ke pengurus desa yang bisa membuat SKTM, karena syarat bidikmisi itu
kalau tidak mempunyai KIP boleh SKTM.
“Kemarin, aku cerita ke orang tua tentang bidikmisi dan orang tua ku langsung
mengurusi persyaratannya.” , kata aku kepada teman-temanku di depan mushola.
‘Bagus lah kalau gitu Put, kamu sudah di dukung dengan orang tuamu.
Sekarang mah kita fokus, giat belajar dan jangan lupa selalu berdoa memohon
kepadanya!”, kata teman-temanku
Sekarang aku lebih cerah
lebih tenang karena aku mendapatkan masukan-masukan dari orang-orang yang
terdekatku dan pastinya bersama kesulitan ada kemudahan. Dan jika kita
mengamalkan kemudahan itu dalam bentuk kesempatan yang kita inginkan dengan baik-baik
akan menghasilkan yang memuaskan. Rencana tuhan lebih indah dari mimpi-mimpiku.
Alhamdulillah aku
mendapatkan SNMPTN dalam satu sekolah.
Kata guru-guru ku jangan kamu merasa bahagia lulus di SNM karena itu
hanya perengkingan dalam satu sekolah dan janganlah usaha kamu cuman sampai
disini. Dan yang keterima di SBM janganlah bersedih, lewat SBM peluang
keterimanya besar. SNMPTN itu bisa mendaftar ke Universitas yang kita inginkan.
Tetapi kita belum pasti keterima di Universitas itu karena nanti akan di
rangking lagi se-Indonesia.
Aku cerita ke orang tua ku
tentang aku lulus dalam rangking satu sekolah dan orang tua ku hanya bisa
mendoakanku. Aku pun cerita ke kakakku dan ke saudara aku. Dengan berdoa Ia
membawa harapan dan kembali membawa pemberian. Semoga apa yang aku dan
teman-temanku inginkan tercapai yang bisa membahagiakan orang tua.
Mondar mandir kita ke ruang
BP, konsul kesana kesini, dan perjuangan kita untuk mendapatkan informasi yang
kita inginkan. Mendengarkan beberapa Universitas yang datang ke sekolah kita
untuk memberikan informasi tentang apa saja sih? Tentunya banyak sekali,
tentang kuliah disana bagimana, tentang biaya hidupnya murah atau mahal,
tentang biaya perkuliahannya,tentang prospek kerjanya bagaimana dan masih
banyak lagi. Dari alumni-alumni yang datang ke sekolah kita ada teman-temanku
yang terikat dan ingin melanjutkan ke Universitas tersebut.
” Teman-teman necis 52 raih mimpi dan harapan bersama-sama yuk hehe.”kata
aku kepada teman-teman.
“ayoo kita harus siap, dan jangan lupa setelah kita berikhtiyar selalu
berdoa dan bertawakal kepada Allah Swt.”
Apapun itu hasilnya jika
sukses bersyukur kalau gagal tetap bersabar. Sukses bukanlah final, kegagalan
tak terlalu fatal, masih bisa menargetkan sejuta cita-cita lainnya. Keberanian
untuk melanjutkannya lah yang lebih penting. Semangat .....................

Baguss kakaaa
BalasHapusTingkatkan lagi kebahasaannya😇💪
BalasHapusOkelah.....
BalasHapusOkelah.....
BalasHapusJazakallah Lala
BalasHapusJazakallah Lala
BalasHapusSemangat terus kaka eaks :v
BalasHapusBaguss lanjutkan
BalasHapusBagus kak 👍
BalasHapusOk Sip ��
BalasHapusBaguusss😍
BalasHapusBaguus de, semangaat terus yaa :)
BalasHapusKeren ka
BalasHapusKeren ka
BalasHapusWadoh keren👐
BalasHapusMuantap
BalasHapusSemangat terus berkarya teh.. boleh juga mampir di moenawiena.blogspot.com hehe
BalasHapusSemangat berkarya lapoh😆
BalasHapusKeren la,ditunggu karya selanjutnya
BalasHapusMantul
BalasHapusIyaiyaiya, semangat la!😁
BalasHapusmantul,...
BalasHapuscerpen yang menarik sih.. bolehlah...
BalasHapusmenarik sekali.Lanjutkan
BalasHapusmenarik sekali.Lanjutkan
BalasHapusmenarik sekali.Lanjutkan
BalasHapusLanjutkan laaa, yang sering2 bikinnya:))
BalasHapusBaguuss la.. lanjutkan
BalasHapusBagus.. cukup menarik
BalasHapusIni mah curhat yaa
BalasHapusLanjutkan kaka 👏
Segini jugaa udah baguss dan menyentuh :'
BalasHapusMantap jiwa....
BalasHapus👍👍
BalasHapus